Prinsip ini
berhubungan dengan prinsip aktifitas, bahwa setiap individu harus terlibat
langsung untuk mengalaminya. Hal ini sejalan dengan pernyataan “ I hear and I forget, I see and I remember,
I do and I understand”. Pendekatan pembelajaran yang mampu melibatkan siswa
secara langsung akan menghasilkan pembelajaran lebih efektif sehingga dapat mencapai
tujuan pembelajaran. Terkait dengan konsep aktifitas, setiap kegiatan belajar
harus melibatkan diri (setiap individu) terjun mengalami. Oleh karena itu,
pantas kalau Edgar Dale melalui penggolongan pengalaman belajarnya atau yang
lebih dikenal dengan kerucut pengalaman menyatakan bahwa “belajar yang paling
baik adalah melalui pengalaman langsung”.
Idealnya, setiap
belajar harus terjadi suatu proses
intenalisasi bagi pihak yang belajar, sebab belajar bukan hanya sekedar proses
menghadapi sejumlah konsep, prinsip atau fakta yang siap untuk diingat.
Pendekatan pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara langsung aktif
melakukan perbuatan belajar.
Prinsip ini
berhubungan dengan prinsip aktivitas, bahwa setiap individu harus terlibat
secara langsung untuk mengalaminya, bahwa setiap kegiatan belajar harus
melibatkan diri (setiap individu) terjun
mengalami. Keterlibatan langsung, pelibatan langsung siswa dalam proses
pembelajaran adalah penting. Siswalah yang melakukan kegiatan belajar bukan
guru. Agar siswa banyak terlibat dalam proses pembelajaran, guru hendaknya
memilih dan mempersiapkan kegiatan-kegiatan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Pengalaman
adalah interaksi antara individu dengan lingkungan. Dengan adanya interaksi
dimaksudkan agar terjadi aksi dari lingkungan berupa rangsangan-rangsangan dari
luar. Rangsangan- rangsangan itulah yang akan menjadi pengalaman bagi peserta
didik, akan tetapi tidak setiap rangsangan akan menjadi pengalaman.
Edgar Dale dalam
bukunya Audio Visual Methods in Teaching memberi pembagian pengalaman menurut
tingkat abstraknya dan alat-alat yang berhubungan, yaitu
|
a.
|
Pengalaman langsung
|
f.
|
Pameran
|
|
b.
|
Pengalaman yang diatur
|
g.
|
Gambar hidup
|
|
c.
|
Dramatisasi
|
h.
|
Rekaman, radio, gambar mati
|
|
d.
|
Demonstrasi
|
i.
|
Lambang visual
|
|
e.
|
Karyawisata
|
j.
|
Lambang verbal
|




Tidak ada komentar:
Posting Komentar